Wednesday, 13 May 2009

Nasehat Orang Tua, (Sebuah cerita dari Pengajian Cak Nun)

Adik-adikku,
Suatu masa di Jazeerah Arabia, hiduplah seorang tua bernama Umar. Umar adalahorang yang taat beragama dan bersahaja. Hubungan baik diperlihatkannya kepadatetangganya. Gemar menolong dan sopan santun terjaga adalah sifatnya.
Namun malang, Umar yang dihormati dan disegani orang-orang itu memiliki anakyang tidak mewarisi sifatnya.Jakfar, demikian nama anak Umar. Jakfar adalah anak yang nakal, bandel dansuka membantah apa kata Umar. Seringkali Umar menangisi anaknya yang nakal itu,karena sudah kehabisan cara untuk menasihatinya.
Apa kata Umar selalu dibantah Jakfar. Umar menasehati anaknya, anaknya selalumelawan dan berbuat sebaliknya. Begitulah, Umar kecewa pada diri sendiri karenatak mampu mengajar Jakfar.
Suatu hari Umar menasihati Jakfar agar jangan pulang terlalu malam. NamunJakfar melakukan hal sebaliknya. Dia pulang pagi hari. Kali itu kemarahan Umartak terbendung lagi. Habis kesabarannya untuk mendidik Jakfar. Dengan dada sesakdan terhuyung-huyung diusirnya Jakfar pergi dari rumah.
Maka Jakfar yang keras kelapa itu pun akhirnya pergi. Dalam hatinya diamenyesal karena telah membuat ayahnya sakit dan sedih. Perlahan Jakfar mulailuluh oleh kata hatinya. Sekarang dia tak tahu harus pergi kemana.
Di rumah Umar menyesal karena telah mengusir Jakfar. Maka dengan mengendaraionta, Umar mengejar Jakfar ke tengah gurun pasir. Di pacunya Onta dengan kencanghanya untuk membujuk Umar pulang ke rumah.
Di tengah padang pasir, Jakfar yang terus menerus menyesali kesalahannyaberjanji, mulai sekarang apapun yang akan diperintahkan ayahnya dia akan ikuti.
Maka sampailah Umar, mendekati Jakfar. Dari kejauhan, pandangnya anaknya yangsudah bertobat itu. Namun Umar masih tak punya cara untuk meminta agar anaknyaberbalik arah. Maka diperintahkannnya Jakfar untuk berjalan terus, terus,terus…. Dan terus.
Dalam hati Jakfar, sangat menyesal. Seumur hidup dia belum pernah mengikutiperintah ayahnya. Maka dengan keiklasan dan penyesalan, dia ikuti saran ayahnya,meskipun dia tahu, di depan sana, pasir hisap yang tak berdasar telah siapmenelannya.
Umar terus memerintahkan anaknya maju. Meskipun dia tahu, bahwa sumur pasirtelah menanti buah hatinya. Dia berharap Jakfar membantahnya kali ini.
Tuhan sudah menetukan nasib Jakfar. Meski dia tenggelam di telan pasir, diatak terlambat untuk berbakti pada oorang tuanya.
Demikianlah adik-adikku.Pesan moralnya adalah, hormatilah orang tuamu. Dengar nasehatnya. Sebabnasehat mereka ada benarnya.

No comments: